Adiyal Madi, Tokoh Muda Malai V Suku Timur yang Tumbuh dari Pengabdian kepada Masyarakat
![]() |
| Adiyal Madi |
Sanusantara, Padang Pariaman — Di tengah dinamika kehidupan masyarakat Nagari Malai V Suku Timur, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman, terdapat sosok generasi muda yang memilih untuk aktif mengambil bagian dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan. Sosok tersebut adalah Adiyal Madi.
Lahir pada tahun 1985, Adiyal Madi merupakan putra daerah yang perjalanan hidupnya banyak diwarnai oleh aktivitas sosial, kepemudaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya adalah ketika dipercaya menjabat sebagai Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Batang Gasan selama periode 2014–2024. Selama satu dekade menjalankan tugas tersebut, Adiyal bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat di wilayah Kecamatan Batang Gasan.
Sebagai TKSK, ia turut berperan dalam menerima dan menindaklanjuti berbagai aduan sosial masyarakat, melakukan pendampingan, memantau program kesejahteraan sosial, serta membangun koordinasi dengan pemerintah dan berbagai pihak terkait dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Pengalaman selama 10 tahun sebagai TKSK menjadi salah satu perjalanan yang membentuk kepedulian dan pemahamannya terhadap kondisi masyarakat. Berhadapan langsung dengan masyarakat membuat Adiyal memahami bahwa persoalan sosial tidak cukup hanya diselesaikan melalui jalur administratif, melainkan membutuhkan kehadiran, komunikasi, pendampingan, dan kepedulian yang tulus.
Selain pengabdian di bidang kesejahteraan sosial, Adiyal Madi juga aktif dalam organisasi kepemudaan. Ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Muda Sejarahtera Nagari Malai V Suku Timur periode 2022–2024.
Dalam kepemimpinannya, Karang Taruna menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar berorganisasi, membangun kebersamaan, serta ikut mengambil peran dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan di nagari.
Bagi Adiyal, pemuda memiliki posisi strategis dalam pembangunan nagari. Anak muda tidak hanya dituntut menjadi penerus, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak yang hadir dengan gagasan, tenaga, dan kepedulian.
"Pemuda jangan hanya menjadi generasi penerus, tetapi harus berani menjadi generasi penggerak. Apa yang bisa kita lakukan untuk masyarakat, itulah yang harus kita mulai," ujarnya, menyampaikan semangat yang menggambarkan pandangannya terhadap peran generasi muda.
Pengalaman panjang sebagai TKSK dan keterlibatan dalam organisasi kepemudaan membuat Adiyal Madi dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat. Ia terbiasa membangun komunikasi dengan berbagai kalangan dan memahami pentingnya kolaborasi antara pemerintah nagari, lembaga kemasyarakatan, pemuda, tokoh masyarakat, serta masyarakat secara keseluruhan.
Bagi Adiyal, Nagari Malai V Suku Timur bukan sekadar tempat tinggal, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang harus dijaga dan dikembangkan bersama. Karena itu, setiap pengalaman yang dimilikinya diharapkan dapat menjadi modal untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.
Perjalanan dari seorang pemuda yang aktif di organisasi hingga menjalankan tugas sosial selama satu dekade menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu harus dimulai dari jabatan yang besar. Pengabdian dapat dimulai dari kesediaan untuk hadir, mendengar, membantu, dan bekerja bersama masyarakat.
Kini, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Adiyal Madi sebagai salah satu sosok muda yang terus mengambil peran dalam kehidupan masyarakat Nagari Malai V Suku Timur.
Dari Malai V Suku Timur, tumbuh seorang pemuda yang memilih jalan pengabdian: belajar dari masyarakat, bekerja bersama masyarakat, dan berusaha memberikan manfaat bagi masyarakat.
#Adiyal_Madi #Malai_V_Suku_Timur #Batang_Gasan #Padang_Pariaman #Tokoh_Muda_Sumbar #Pengabdian_Masyarakat

Posting Komentar