Pentas Drama 'Janji Senja' Meriah di Haflatul Imtihan Ke 75 Hidayatul Islamiyah
![]() |
| Aktor janji Senja yang sedang pentas di Haflatul Imtihan ke 75 Yayasan Hidayatul Islamiyah |
Sanusantara, Probolinggo - Pementasan drama berjudul Janji Senja karya Taofan Nalisaputra menjadi salah satu sorotan utama dalam rangkaian Haflatul Imtihan ke 75 Yayasan Hidayatul Islamiyah di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Karya seni ini tampil sebagai bagian dari agenda pendidikan yang menggabungkan unsur hiburan dan pembelajaran karakter bagi peserta didik.
Drama tersebut dipentaskan oleh dua aktor muda dari SMPS Hidayatul Islamiyah yang telah menjalani proses latihan selama kurang lebih dua bulan. Di bawah arahan sutradara M. Ghufroni, S.Pd. Gr., seluruh proses persiapan dilakukan secara bertahap agar pementasan dapat berjalan maksimal dan pesan cerita tersampaikan dengan baik kepada penonton.
Sutradara pementasan, M. Gufroni, S.Pd. gr., menjelaskan bahwa proses latihan menjadi kunci utama keberhasilan pertunjukan. Ia menekankan bahwa setiap pemain dibimbing secara intensif agar mampu memahami karakter dan alur cerita secara mendalam.
"Kami mempersiapkan pementasan drama ini selama kurang lebih dua bulan. Selama proses tersebut, para pemain berlatih secara bertahap agar dapat memahami karakter dan alur cerita dengan baik," ujar M. Ghufroni, S.Pd. Gr.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pemilihan naskah Janji Senja bukan tanpa pertimbangan. Menurutnya, karya tersebut memiliki nilai moral yang kuat dan relevan dengan dunia pendidikan serta pembentukan karakter generasi muda.
"Kami memilih naskah Janji Senja karya Taofan Nalisaputra karena memiliki pesan yang positif dan sesuai dengan semangat pendidikan yang ingin kami tampilkan dalam Haflatul Imtihan tahun ini," katanya.
Selama proses pementasan, kedua aktor tampil dengan penuh kesungguhan meskipun hanya didukung formasi pemain yang terbatas. Namun, keterbatasan tersebut justru menjadi tantangan yang mampu diatasi melalui kerja sama tim, arahan sutradara, serta latihan yang konsisten selama dua bulan.
Pementasan Janji Senja juga menjadi bagian penting dari upaya yayasan dalam mengembangkan potensi seni peserta didik. Melalui kegiatan ini, kemampuan ekspresi, penghayatan karakter, serta keberanian tampil di depan publik dapat terasah secara langsung dalam suasana nyata pertunjukan.
"Melalui pementasan drama, kami ingin memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan keberanian, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, serta pengalaman tampil di hadapan masyarakat," lanjutnya.
Selain sebagai sarana hiburan dalam rangkaian Haflatul Imtihan ke 75, pementasan ini juga menunjukkan bahwa seni peran memiliki posisi penting dalam dunia pendidikan. Drama tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang mampu membentuk karakter dan kepercayaan diri peserta didik secara lebih mendalam.
Proses panjang selama dua bulan latihan menjadi bukti bahwa pementasan ini tidak dilakukan secara instan. Setiap dialog, gerakan, dan penghayatan peran dipersiapkan dengan serius agar mampu menghadirkan pertunjukan yang layak dan bermakna di hadapan masyarakat.
Sebagai sutradara, M. Ghufroni, S.Pd. Gr., berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi bagian dari agenda pendidikan di lingkungan Yayasan Hidayatul Islamiyah. Ia menilai bahwa seni drama memiliki potensi besar dalam membentuk karakter generasi muda yang lebih ekspresif dan percaya diri.
"Kami berharap kegiatan seni seperti ini dapat terus menjadi bagian dari Haflatul Imtihan. Semoga pada tahun mendatang penampilan yang disajikan semakin baik, semakin menarik, dan mampu memberikan manfaat bagi para peserta didik maupun masyarakat," tutup M. Ghufroni.* (Aji) #Drama_Janji_Senja #Haflatul_Imtihan #Hidayatul_Islamiyah #Pentas_Seni

Posting Komentar