Di Gandang Tasa Festival, Endarmy Tekankan Pemuda Sebagai Kunci Pelestarian Identitas Budaya

Talkshow Gandang Tasa tekankan regenerasi budaya; Endarmy: budaya jati diri daerah, harus dijaga bersama agar tak hilang ditelan zaman

Piaman Gandang Tasa Festival 2026
Endarmy jadi Pembicara diPiaman Gandang Tasa Festival (doc. Afril)


Sanusantara, Pariaman – Sebagai bagian penting rangkaian Piaman Gandang Tasa Festival, digelar diskusi bertema Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Gandang Tasa di Aula SMKN 1 Kota Pariaman, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini dihadirkan agar warisan budaya khas masyarakat Pariaman dan Padang Pariaman tetap eksis, dikenal, dan terus berkembang mengikuti perkembangan zaman.

 

Forum ini menghadirkan pembicara lintas unsur: Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Fraksi NasDem, Endarmy, Kepala UPTD Taman Budaya Sumbar Devid, S.STP, penggagas festival Budi Ramadhon, Akademisi Susandrajaya, serta Pamong Budaya Suhendri. Diskusi dipandu oleh M. Yusuf.

 

Sebagai salah satu pembicara utama, Endarmy menegaskan kedudukan Gandang Tasa sebagai kekayaan bernilai sejarah sekaligus ciri khas masyarakat Sumatera Barat.

“Budaya adalah jati diri daerah. Jika generasi muda tidak mengenal dan mencintai budayanya sendiri, maka kita berisiko kehilangan salah satu identitas kebanggaan masyarakat Minangkabau,” ujarnya.

 

Ia menilai keberhasilan pelestarian sangat bergantung pada proses regenerasi yang kini menjadi tantangan utama. Oleh sebab itu, keterlibatan anak muda harus terus diperkuat lewat pendidikan dan ruang kreatif. “Pelestarian budaya harus menjadi gerakan bersama. Generasi muda memegang peran strategis sebagai penerus yang dapat membawa Gandang Tasa dikenal lebih luas tanpa meninggalkan nilai aslinya,” tambahnya.

 

Sementara itu, Budi Ramadhon menjelaskan festival ini disiapkan bukan sekadar panggung pertunjukan, melainkan sarana belajar dan pembinaan penerus baru. “Generasi muda jangan sampai menjauh dari budayanya sendiri. Justru merekalah yang harus ikut menjaga agar warisan ini tetap lestari dan bisa diwariskan lagi,” tegasnya.

 

Dari sisi akademis dan kebudayaan, Susandrajaya serta Suhendri sepakat bahwa kelestarian seni ini butuh kerja sama erat antara sekolah, pemerintah, komunitas, dan keluarga. Gandang Tasa tidak boleh hanya dianggap peninggalan masa lalu, melainkan harus menjadi bagian hidup dari masa depan budaya Minangkabau.

 

Secara keseluruhan, seluruh peserta dan pembicara sepakat: menjaga warisan budaya bukan hanya tugas seniman atau pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.*(Afril)

#Gandang_Tasa_2026 #Endarmy #Pelestarian_Budaya #Generasi_Muda #Identitas_Minangkabau

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Di Gandang Tasa Festival, Endarmy Tekankan Pemuda Sebagai Kunci Pelestarian Identitas Budaya
  • Di Gandang Tasa Festival, Endarmy Tekankan Pemuda Sebagai Kunci Pelestarian Identitas Budaya
  • Di Gandang Tasa Festival, Endarmy Tekankan Pemuda Sebagai Kunci Pelestarian Identitas Budaya
  • Di Gandang Tasa Festival, Endarmy Tekankan Pemuda Sebagai Kunci Pelestarian Identitas Budaya
  • Di Gandang Tasa Festival, Endarmy Tekankan Pemuda Sebagai Kunci Pelestarian Identitas Budaya
  • Di Gandang Tasa Festival, Endarmy Tekankan Pemuda Sebagai Kunci Pelestarian Identitas Budaya

Posting Komentar