Haflatul Imtihan Ke 75 Hidayatul Islamiyah Meriah di Karangbong Probolinggo
![]() |
| Gus Dewa atau KH Muhammad Syakur (Pengasuh Ponpes Darut Tauhid Patemon Krenjengan Probolinggo) saat memberikan tausyiah pada malam Haflatul Imtihan Yayasan Hidayatul Islamiyah |
Sanusantara, Probolinggo - Yayasan Hidayatul Islamiyah gelar Haflatul Imtihan ke 75 di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Diketahui rangkaian kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari itu, berjalan meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat, wali murid, peserta didik, serta seluruh keluarga besar yayasan.
Kegiatan tahunan tersebut, tergolong menjadi momentum penting bagi Yayasan Hidayatul Islamiyah dalam menunjukkan komitmennya di bidang pendidikan dan pembinaan generasi muda. Selain menjadi ajang pelepasan peserta didik, pasalnya acara tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara lembaga pendidikan dengan masyarakat sekitar.
Menurut informasi yang sampai ke Sanusantara (Sa-Nusantara.com) Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya Kepala Desa Karangbong H. Utsman, SH., Ketua Yayasan Hidayatul Islamiyah Drs. S. Munir, M.Pd., Ketua Panitia M. Ghufroni, S.Pd.Gr., serta Pembina Yayasan Hidayatul Islamiyah Nyai Hj. Izzatul Maulana.
Ketua Panitia Haflatul Imtihan ke 75, M. Ghufroni, S.Pd.Gr., menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan jalan sehat yang diikuti oleh masyarakat dan keluarga besar yayasan. Kegiatan tersebut berlangsung meriah karena panitia menyediakan berbagai hadiah menarik dengan total jutaan rupiah.
"Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari. Peserta dari berbagai kalangan memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti jalan sehat (21 Juni) yang menjadi pembuka rangkaian Haflatul Imtihan tahun ini. Nah, dari itu bisa kita lihat suasana kebersamaan dan kekeluargaan pun terasa selama kegiatan berlangsung," tutur M. Ghufroni kepada Sanusantara, Selasa (23/6/26).
Selanjutnya pada hari Senin, 22 Juni pagi, acara dilanjutkan dengan prosesi pelepasan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, RA, MI, hingga SMP. Momen ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Haflatul Imtihan karena menandai berakhirnya masa pendidikan pada jenjang tertentu serta menjadi bentuk apresiasi terhadap perjuangan siswa dan tenaga pendidik.
Pada malam harinya, Senin, 22 Juni, rangkaian acara dilanjutkan dengan hiburan yang dimulai ba'da magrib hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Berbagai penampilan dari peserta didik turut memeriahkan suasana dan memberikan hiburan kepada tamu undangan serta masyarakat yang hadir sebelum acara memasuki agenda inti.
Kemudian pada hari yang sama, menjelang sore sekitar pukul 17.30 WIB, lokasi kegiatan sempat diguyur hujan lebat. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi antusiasme peserta dan panitia untuk melanjutkan seluruh agenda yang telah disiapkan sebelumnya.
Hujan yang turun selama kurang lebih satu jam tersebut mulai reda sekitar pukul 18.30 WIB, sehingga rangkaian kegiatan dapat kembali dilanjutkan hingga memasuki acara puncak.
Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan acara inti berupa tausyiah dan doa bersama yang berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Dalam kesempatan tersebut, suasana berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan dengan diikuti oleh seluruh tamu undangan dan jamaah yang hadir.
Sekedar diketahui, bahwa puncak Haflatul Imtihan ke 75 ini ditutup dengan tausyiah yang disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid, Patemon Krejengan Probolinggo, KH Muhammad Syakur atau yang lebih dikenal dengan sapaan Gus Dewa.
Dalam tausyiahnya, Gus Dewa mengajak para peserta didik untuk terus menuntut ilmu, menjaga akhlak, serta menghormati orang tua dan guru sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.
Beliau, Gus Dewa juga menyampaikan pesan mendalam terkait makna kehidupan yang harus dijalani dengan penuh kepasrahan kepada Allah SWT.
"Manusia itu hidup hendaknya pasrah kepada Gusti Allah dalam setiap keadaan," ujar Gus Dewa di hadapan jamaah yang hadir.
Gus Dewa juga menekankan, akan pentingnya peran orang tua dalam dunia pendidikan, terutama ketika mempercayakan anak kepada lembaga pendidikan. Menurutnya, wali murid sebaiknya memberikan kepercayaan penuh kepada pihak sekolah atau pesantren yang telah memiliki sistem dan metode pendidikan tersendiri.
"Begitu juga ketika menitipkan anak di sekolah atau pesantren, wali murid hendaknya memasrahkan urusan pendidikan kepada ustadz atau guru yang mengajar. Jangan terlalu banyak ikut campur, karena setiap yayasan sudah memiliki metode khusus dalam proses pendidikan," lanjutnya.
Selain itu, Gus Dewa juga mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk memperbanyak dzikir sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT terutama pada Muharram itu. Suasana tausyiah berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, terutama saat "Hasbunallahu wanikmal wakil, nikmal maula wa nikman nashir," dikumandangkan bersama.
Berkenaan dengan berlangsungnya acara M. Gufroni, S.Pd.Gr., menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar hingga selesai.
"Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan mulai dari jalan sehat, pelepasan peserta didik, hiburan hingga tausyiah berjalan dengan baik. Meskipun sempat turun hujan lebat, acara tetap dapat dilanjutkan sampai selesai. Kami berharap kegiatan Haflatul Imtihan ke depan bisa lebih menarik dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar M. Ghufroni.
Dia berharap kedepan, Yayasan Hidayatul Islamiyah terus berkembang dan semakin maju dalam memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, khususnya di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, dan Kabupaten Probolinggo secara umum.
Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan lembaga pendidikan. Oleh sebab itu, sinergi antara yayasan, wali murid, masyarakat, dan pemerintah diharapkan terus terjalin dengan baik demi kemajuan pendidikan generasi mendatang.
"Haflatul Imtihan ke 75 ini menjadi bukti konsistensi Yayasan Hidayatul Islamiyah dalam membina dan mendidik generasi muda,"
"Melalui kegiatan yang memadukan unsur pendidikan, keagamaan, dan kebersamaan tersebut, yayasan diharapkan terus menjadi lembaga yang mampu melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan," paparnya.* (Aji) #Haflatul_Imtihan #Hidayatul_Islamiyah #Karangbong_Pajarakan_Probolinggo #Pendidikan_dan_Pesantren

Posting Komentar