BREAKING

Digagas Alumni Pelayaran, Masjid Al Fauzan Padang Pariaman Usung Semangat Minang Bahari

Masjid berbentuk kapal dengan tulisan Masjid Al Fauzan
Konsep Masjid Al Fauzan yang usung tema Minang Bahari

Sanusantara, Padang Pariaman - Sebuah masjid dengan desain tidak biasa kini hadir di Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Masjid Al Fauzan yang baru diresmikan pada Sabtu (6/6/2026) tersebut tampil megah dengan bentuk menyerupai kapal besar. Namun demikian, keistimewaan masjid ini tidak hanya terletak pada arsitekturnya, melainkan juga pada filosofi dan gagasan besar yang melatarbelakangi pembangunannya.

Di balik berdirinya bangunan unik tersebut, terdapat semangat untuk menghidupkan kembali warisan budaya maritim yang pernah menjadi bagian penting dalam sejarah masyarakat Minangkabau. Gagasan itu lahir dari para penggagas sekaligus donatur pembangunan masjid yang sebagian besar merupakan alumni Akademi Ilmu Pelayaran (AIP).

Melalui kebersamaan dalam korps alumni tersebut, mereka mengusung sebuah visi yang dikenal dengan gerakan Minang Bahari. Gerakan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali masyarakat terhadap akar budaya maritim yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat Minangkabau di masa lalu.

Pengurus sekaligus Imam Masjid Al Fauzan, Ustaz Nurul Huda, menjelaskan bahwa konsep kapal yang diterapkan pada bangunan masjid memang bukan tanpa alasan. Menurutnya, desain tersebut merupakan representasi dari semangat para alumni pelayaran yang ingin menghadirkan kembali nilai-nilai kebaharian dalam kehidupan masyarakat.

“Desain ini memang sengaja dibuat menyerupai kapal. Penggagas dan donaturnya adalah para alumni pelayaran. Semangat mereka adalah mengembangkan dan mengingatkan kembali budaya maritim yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat kita melalui gerakan Minang Bahari,” jelas Nurul Huda kepada Sanusantara.

Sementara itu, perjalanan pembangunan Masjid Al Fauzan memerlukan waktu yang cukup panjang. Setelah seluruh proses administrasi dan perizinan rampung, pembangunan mulai dilakukan pada September 2021. Sejak saat itu, pengerjaan terus berjalan hingga akhirnya masjid tersebut selesai dan dapat digunakan oleh masyarakat setelah hampir lima tahun proses pembangunan berlangsung.

Selain menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah maritim Minangkabau, bentuk kapal yang menjadi ciri khas masjid ini juga diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat luas. Dengan demikian, keberadaan masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi sarana dakwah yang mampu mengajak lebih banyak orang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Mengenai harapan tersebut, Ustaz Nurul Huda menyampaikan bahwa keunikan bangunan dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengenal dan mencintai masjid.

“Harapan kami, masyarakat awalnya mungkin datang karena penasaran atau ingin berfoto karena bentuknya unik. Namun, setelah berada di sini, mereka merasakan kenyamanan dan akhirnya tertarik untuk melaksanakan ibadah serta menjadikan masjid ini bagian dari kehidupan mereka,” ujarnya.

Tidak hanya menghadirkan bangunan yang sarat makna, Masjid Al Fauzan juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi para jamaah. Salah satu fasilitas yang disiapkan adalah tempat menginap gratis bagi para musafir yang sedang melakukan perjalanan dan membutuhkan tempat beristirahat.

Dengan perpaduan antara nilai religius, kekayaan sejarah budaya, serta sentuhan arsitektur yang khas, Masjid Al Fauzan kini hadir sebagai simbol harmonisasi antara syiar Islam dan identitas maritim Minangkabau. Kehadirannya pun diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan yang memberikan manfaat bagi masyarakat Padang Pariaman maupun Sumatera Barat secara lebih luas.* (Afril) #Masjid_Al_Fauzan #Minang_Bahari #Padang_Pariaman

Posting Komentar