Di Sampang Terduga Pencab*lan Difabel Belum Ditangkap, Laporan Nyaris Sebulan

Ilustrasi kasus yang sedang diamati publik di Sampang
Sanusantara, Sampang - Hampir satu bulan setelah dugaan pencabulan terhadap seorang perempuan penyandang disabilitas intelektual yang disebut-sebut dengan Melati (Julukan samaran) dilaporkan ke polisi, terduga pelaku berinisial AM (sekitar 60 tahun) hingga kini belum juga diamankan.
Kondisi itu membuat keluarga korban semakin kecewa. Menurut mereka, AM yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga korban, yakni saudara dari kakek korban, masih bebas beraktivitas di lingkungan sekitar. Situasi itu membuat keluarga hidup dalam ketakutan, sementara korban masih mengalami trauma berat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, dugaan tindak pencabulan terjadi saat korban yang memiliki keterbatasan intelektual berada seorang diri di rumah. Terduga pelaku diduga lebih dahulu meminta korban memijat tubuhnya sebelum kemudian memanfaatkan kondisi korban untuk melakukan perbuatan cabul.
Keluarga korban menyebut, AM diduga menyentuh bagian tubuh korban yang dinilai intim, lalu memaksa korban melakukan perbuatan seksual terhadap dirinya hingga pelaku mencapai ej*kulasi. Dugaan perbuatan tersebut disebut tidak hanya terjadi sekali, tetapi kembali terulang ketika rumah korban dalam keadaan sepi.
Sebelumnya keluarga korban mengaku tidak pernah menaruh curiga terhadap AM, karena masih memiliki hubungan keluarga. Dugaan kejahatan itu akhirnya terungkap setelah seorang warga mengetahui adanya aktivitas mencurigakan. Korban kemudian menceritakan apa yang dialaminya kepada tetangga, hingga akhirnya orang tuanya melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Sampang.
Ayah korban mengaku sempat mendatangi rumah AM pada malam hari setelah mengetahui dugaan peristiwa yang menimpa anaknya.
Menurut keluarga, saat ditemui sekitar pukul 23.00 WIB, AM menangis, mengakui perbuatannya, serta meminta maaf.
"Setelah kami mengetahui kejadian itu, ayahnya langsung mencari pelaku. Saat bertemu di rumahnya sekitar jam 11 malam, dia menangis, mengakui perbuatannya, dan meminta maaf. Tapi bagi kami, persoalan ini tidak cukup hanya dengan permintaan maaf. Akhirnya kami melaporkannya ke Polres Sampang," ujar salah seorang keluarga korban.
Meski demikian, keluarga korban memilih menempuh jalur hukum karena menilai dugaan perbuatan itu telah memberikan dampak psikologis yang sangat berat bagi korban.
Dikatakan ibu korban, sejak kejadian itu anaknya mengalami perubahan perilaku yang cukup drastis. Korban disebut enggan keluar rumah, menolak berinteraksi dengan lingkungan sekitar, dan lebih banyak mengurung diri.
"Anak kami sekarang trauma. Dia tidak mau keluar rumah dan tidak mau bergaul lagi. Kami sudah melapor karena ingin keadilan," ujarnya Jumat (24/7) lalu.
Yang semakin membuat keluarga terpukul, lanjutnya, terduga pelaku hingga kini masih bebas. Bahkan, AM disebut beberapa kali melontarkan ucapan yang dianggap mengejek keluarga korban.
"Dia bilang, 'Mana katanya laporan, kok saya tidak ditangkap?' Kami benar-benar sakit hati mendengarnya," tutur ibu korban menirukan ucapan yang diduga disampaikan AM.
Keluarga berharap kepolisian segera menuntaskan proses penyidikan agar korban memperoleh kepastian hukum dan perlindungan sebagai penyandang disabilitas intelektual yang termasuk kelompok rentan.
"Anak kami tidak berdosa. Dia mempunyai keterbatasan intelektual, tetapi justru menjadi korban. Kami memohon kepada kepolisian agar perkara ini segera dituntaskan dan pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku," harap keluarga korban.
Berkaitan dengan kasus tersebut, Kanit PPA Polres Sampang, IPDA Poundra Kinan mengaku bahwa penyidikan masih terus berlangsung.
"Masih memeriksa saksi-saksi dan terutama menunggu pemeriksaan saksi ahli yang belum hadir sesuai undangan penyidik," ujarnya singkat.
Kini, kasus itu menjadi perhatian publik terutama di wilayah Sampang. Hal itu dikarenakan kasus tersebut termasuk korbannya merupakan penyandang disabilitas intelektual yang berhak memperoleh perlindungan hukum secara maksimal* (Aji) #Pencabulan_Disabilitas #Sampang #Kekerasan_Seksual #Polres_Sampang #Perlindungan_Anak #Disabilitas_Intelektual
Posting Komentar