Cangaan Metal Fest 4 Sukses Digelar, Musik Cadas Rekatkan Persaudaraan
![]() |
| Tawa dan semangat para metalhead jadi bukti bahwa musik cadas tak hanya soal kerasnya suara, tapi juga kuatnya ikatan dan kebersamaan di antara komunitas. |
Sanusantara, Gresik - Dentuman musik cadas menggema di Gedung Olahraga (GOR) Bin Thalib, Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Minggu (20/9/2026) kemarin.
Gelaran Cangaan Metal Fest 4 yang digagas Komunitas Metalhead Brotherhood Cangaan (MBC) itu menjadi ruang pertemuan para pencinta musik metal dari berbagai kalangan. Mengusung tema “Perekat Satu Kesatuan”, acara sejak pukul 10.00 hingga 16.00 WIB ini, sukses rekatkan persaudaraan.
Pantauan Sanusantara di lapangan, terdapat ratusan penonton yang didominasi remaja dan dewasa ikut memeriahkan gelaran musik tersebut. Sedangkan yang tampil, dari skena musik metal tampil bergantian, mulai dari Opening, Fightout, Sanctuary, Hrs, Killer of God, Fraud, Fecalbation, hingga Death Vomit sebagai bintang tamu utama.
Dihadirkannya musisi itu, pasalnya tidak hanya menjadi suguhan hiburan. Cangaan Metal Fest 4 memang dirancang sebagai wadah silaturahim pencinta musik metal para anggota Metalhead Brotherhood Cangaan (MBC).
Ketua Umum sekaligus Ketua Panitia Cangaan Metal Fest 4, Moh. Dzul Uluf, mengatakan kegiatan yang berkenaan dengan musik ini termasuk bagian dari upaya komunitas untuk menjaga keberlangsungan skena musik metal di daerah.
"Terima kasih kepada para Metalhead Brotherhood Cangaan yang masih giat mengangkat nama skena musik cadas di daerah kita," ujar Dzul.
Menurut dia, “Cangaan Metal Fest telah berkembang menjadi salah satu agenda musik yang mempertemukan komunitas metal dari berbagai daerah.”
Dzul juga mengapresiasi kerja panitia dan anggota komunitas yang turut menyukseskan penyelenggaraan festival edisi keempat tersebut.
![]() |
| Di balik dentuman drum dan distorsi gitar, semangat metalhead Cangaan terpancar dari balik panggung. Cangaan Metal Fest 4 bukan sekadar konser, tapi simbol persaudaraan. |
Cangaan Metal Fest 4 juga membawa pesan tentang kebersamaan. Musik metal yang selama ini kerap dilekatkan dengan citra keras dan maskulin ingin ditampilkan sebagai ruang yang dapat diakses berbagai kalangan, termasuk perempuan.
Melalui kegiatan itu, MBC berupaya mengubah pandangan bahwa musik metal hanya menjadi ruang bagi kelompok tertentu. Musik justru ditempatkan sebagai medium untuk membangun kreativitas sekaligus memperluas jejaring persaudaraan.
Camat Ujungpangkah, Shofwan Hadi, menilai penyelenggaraan festival menunjukkan kuatnya idealisme para pencinta musik metal dalam mempertahankan identitas komunitas sekaligus menjaga persaudaraan.
"Metal Fest Generasi Metal Cangaan merupakan bukti idealisme pecinta genre musik cadas yang tetap memegang teguh persaudaraan," kata Shofwan.
Ia berharap penyelenggaraan berikutnya dapat semakin berkembang dan memberikan dampak lebih luas, termasuk terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Ujungpangkah.
“Semoga kedepan acara tambah berkembang, termasuk pada ekonomi setempat,” imbuhnya.
Disambung Kepala Desa Cangaan, Fakhrur Rozi, turut mengapresiasi konsistensi pemuda Desa Cangaan dalam mempertahankan Cangaan Metal Fest yang digelar secara berkala tersebut.
Dia berkomentar, jika kegiatan ini tidak soal menjadi ajang silaturahmi antarkomunitas musik metal dari berbagai daerah, melainkan juga suatu upaya memperkuat kebersamaan pemuda di desa.
“Tidak semua pemuda di desa-desa lain yang mempunyai komunitas pecinta musik metal, mereka sangat militan, yang senantiasa menjunjung kebersamaan dan kreativitas” nilainya.
Sekedar diketahui, bahwa Cangaan Metal Fest tahun ini merupakan penyelenggaraan keempat. Festival tersebut dibiayai dengan anggaran yang bersumber dari kas komunitas, iuran anggota, serta keuntungan penjualan merchandise dan tiket.
Dengan mengusung semangat persatuan, MBC berharap Cangaan Metal Fest dapat terus menjadi ruang bertemunya para metalhead sekaligus wadah bagi generasi muda untuk berkarya melalui musik.
Dari panggung GOR Bin Thalib, musik cadas bukan sekadar soal suara keras. Di balik distorsi gitar dan hentakan drum, terselip upaya menjaga pertemanan, kreativitas, dan keberadaan skena musik metal di tingkat lokal.* (Aji) #Cangaan_Metal_Fest #Musik_Cadas_Gresik #Komunitas_Metalhead_Brotherhood


Posting Komentar