Forkopimda Sampang Cek Stok BBM Subsidi di SPBU Pliyang, Warga Diminta Tak Panik
![]() |
| Forkopimda saat mengecek Stok Subsidi di Pom Pliyang |
Sanusantara, Sampang - Menanggapi keluhan masyarakat mengenai ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sampang turun langsung melakukan pengecekan di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Senin.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan persediaan BBM tetap mencukupi serta penyalurannya kepada masyarakat berjalan lancar. Langkah ini sekaligus menjadi upaya pemerintah daerah bersama aparat keamanan dalam merespons kekhawatiran warga terkait pasokan energi.
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., dan Ketua DPRD Sampang Rudi Kurniawan mendatangi SPBU Pertamina yang berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, kawasan Pliyang, Kabupaten Sampang.
Kehadiran para pimpinan daerah tersebut merupakan bentuk respons terhadap keresahan masyarakat mengenai pasokan BBM bersubsidi. Dalam kunjungan itu, rombongan memeriksa kondisi di lapangan sekaligus berkoordinasi dengan pihak pengelola SPBU.
Pemilik SPBU Pliyang menyambut kedatangan rombongan. Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai kondisi persediaan BBM dan kelancaran distribusinya kepada masyarakat.
Pengecekan langsung ini dinilai penting untuk memperoleh gambaran mengenai situasi di lapangan. Selain memastikan ketersediaan stok, koordinasi antarpihak juga diperlukan agar penyaluran BBM tetap berlangsung sesuai kebutuhan masyarakat.
Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto menyampaikan keterangan kepada awak media setelah melakukan peninjauan. Ia menegaskan bahwa kepolisian bersama pemerintah daerah dan pihak Pertamina berupaya menjaga distribusi BBM agar tetap berjalan lancar.
Menurutnya, pengecekan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program Polisi Bersama Masyarakat, yang mengedepankan kerja sama antara aparat kepolisian, pemerintah, dan unsur terkait dalam memberikan pelayanan kepada warga.
“Pada hari ini, kami bersama Bupati, Ketua DPRD, dan pihak Pertamina melakukan pemeriksaan terhadap persediaan serta penyaluran BBM di wilayah Sampang. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Polisi Bersama Masyarakat. Syukurlah, stok BBM saat ini masih dalam kondisi aman,” ujar Anang.
Pernyataan tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat di tengah munculnya kekhawatiran mengenai ketersediaan BBM bersubsidi.
Di tengah kekhawatiran warga, Kapolres mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Ia menilai, penyebaran kabar yang tidak akurat mengenai ketersediaan BBM berpotensi memicu kepanikan. Kondisi tersebut dapat mendorong masyarakat membeli bahan bakar secara berlebihan, meskipun kebutuhan sehari-hari sebenarnya masih dapat dipenuhi dengan pembelian normal.
Karena itu, masyarakat diharapkan mengutamakan informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan sebelum mengambil tindakan.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik menghadapi informasi mengenai pasokan BBM yang belum terbukti kebenarannya. Belilah bahan bakar sesuai kebutuhan, jangan berlebihan, terlebih sampai melakukan penimbunan,” tegas Anang.
Kapolres juga mengingatkan bahwa pembelian BBM secara berlebihan, terutama jika disertai penimbunan, dapat mengganggu kelancaran penyaluran bahan bakar kepada masyarakat lainnya.
Ketersediaan BBM tidak hanya berkaitan dengan jumlah stok di SPBU, tetapi juga dengan kelancaran distribusi dan pemerataan akses bagi konsumen. Oleh sebab itu, perilaku konsumsi yang wajar menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga situasi tetap terkendali.
Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembelian karena dorongan kepanikan. Dengan membeli sesuai kebutuhan, warga turut membantu menjaga agar pasokan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih merata.
Di sisi lain, koordinasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan Pertamina tetap dibutuhkan untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan serta merespons apabila muncul kendala dalam pendistribusian BBM.
Peninjauan yang dilakukan Forkopimda Sampang memperlihatkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menangani persoalan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Pemerintah daerah memiliki peran dalam merespons keluhan warga, sementara kepolisian turut menjaga ketertiban dan mengantisipasi potensi gangguan. Adapun pihak pengelola SPBU dan Pertamina menjadi unsur penting dalam memastikan penyaluran BBM berlangsung sesuai ketentuan.
Melalui komunikasi dan pengawasan bersama, persoalan mengenai ketersediaan bahan bakar diharapkan dapat ditangani secara lebih terarah. Masyarakat pun dapat memperoleh informasi yang lebih jelas sehingga tidak mudah terpengaruh kabar yang menimbulkan keresahan.
6. Kapolres Ajak Warga Jaga Kondusivitas Sampang
Menutup kegiatan peninjauan, AKBP Anang Hardiyanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Sampang.
Ia menekankan bahwa upaya menjaga situasi tetap kondusif bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Sikap saling menghormati, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta membeli BBM secara wajar menjadi bagian dari kontribusi warga.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan suasana yang kondusif di wilayah Kabupaten Sampang,” pungkasnya.
Dengan adanya pengecekan langsung tersebut, Forkopimda berharap masyarakat memperoleh kepastian mengenai kondisi stok BBM berdasarkan hasil peninjauan di lapangan. Warga juga diharapkan tetap bijak dalam menyikapi informasi dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi bahan bakar dapat terus berjalan lancar.* (Aji) #Stok_BBM_Sampang #BBM_Subsidi #Forkopimda_Sampang

Posting Komentar