ARCAPALA Tiem: Bukan Sekadar Mendaki, ini Soal Kekeluargaan dan Rindu di Puncak Bidadari dan Gragal
![]() |
| Suasana ARCAPALA foto bersama disela-sela pendakian |
SAN, Gresik - Komunitas Arek Cangaan Pecinta Alam (ARCAPALA) sukses gelar pendakian bersama pada Kamis–Jumat, 28–29 Mei 2026. Diketahui kegiatan yang dilaksanakan sehari setelah perayaan Iduladha 1447 H tersebut mengambil jalur pendakian Puthuk Gragal, Mojokerto.
Menurut informasi yang sampai ke SAN (sa-nusantara.com), pendakian oleh kumpulan pemuda Desa Cangaan Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik ini, sekaligus menjadi ruang kebersamaan bagi anggota lama maupun sarana pengenalan bagi calon anggota baru.
Sehingga tak salah, jika sejak keberangkatan dari Cangaan pada Kamis pagi (28 Mei 2026) itu, suasana kebersamaan sudah terasa. Rombongan kemudian memanfaatkan momentum pasca-Iduladha tersebut, untuk melakukan halal bihalal sederhana di kaki gunung sebelum memulai perjalanan pendakian.
Dua Puncak dalam Satu Jalur
Jalur Puthuk Gragal dipilih bukan tanpa alasan. Gunung dengan ketinggian sekitar 1.480 mdpl ini memiliki keunikan tersendiri, yakni pendaki dapat menjangkau dua puncak sekaligus dalam satu perjalanan.
Perjalanan pertama mengarah ke Puncak Bidadari, yang juga dikenal sebagai puncak baru atau puncak bayangan. Dari titik ini, hamparan sabana luas dan batu-batu cadas yang menjulang, menjadi panorama setia menemani langkah para pendaki sebelum melanjutkan perjalanan.
Setelah itu, rombongan bergerak menuju Puncak Utama Puthuk Gragal. Di puncak inilah bendera ARCAPALA dikibarkan, sekaligus menjadi titik tertinggi perjalanan. Dari atas, bentangan lanskap Pegunungan Arjuno-Welirang tampak jelas, menghadirkan pemandangan yang menjadi hadiah atas perjalanan panjang yang ditempuh.
Misi Romantisme dan Regenerasi
Menurut Sesepuh ARCAPALA, Najihul Ulum, kegiatan ini memiliki dua tujuan utama yang berjalan beriringan, yaitu mempererat hubungan anggota lama sekaligus menjaga semangat kebersamaan antaranggota lintas generasi.
“Di gunung, semua sekat hilang. Yang ada hanya saling jaga, saling dorong sampai puncak,” ujarnya kepada SAN.
Sementara itu, kata Najihul Ulum menjelaskan lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses penjaringan anggota baru. Sehingga pihkanya sengaja memperkenalkan langsung para peserta dengan dunia alam bebas.
"Mulai dari etika pendakian, navigasi darat, hingga manajemen logistik di lapangan kami sampaikan dengan rasa peduli," tutur dia.
Adapun Koordinator Pendakian, Bung Roy menjelaskan, pendakian tersebut termasuk ruang pembelajaran langsung bagi peserta baru. Yakni guna memahami dinamika kegiatan alam bebas secara nyata di lapangan, terutama terkait kerja sama tim dan tanggung jawab selama perjalanan.
Jalannya Kegiatan yang Sukses
Setelah melakukan halal bihalal di kaki gunung, rombongan melanjutkan perjalanan dan mendirikan camp di pos terakhir sebagai bagian dari proses aklimatisasi. Bung Roy mengaku, suasana perkemahan dimanfaatkan untuk beristirahat sekaligus memperkuat kebersamaan antar anggota saat itu.
Diungkapkan Bung Roy, pada dini hari (29 Mei 2026), rombongan melaksanakan summit attack menuju Puncak Bidadari untuk mengejar momen matahari terbit. Perjalanan malam yang penuh kehati-hatian tersebut, akhirnya terbayar dengan pemandangan sunrise yang muncul perlahan di balik cakrawala pegunungan.
Selain pendakian, kata Bung Roy memaparkan, kegiatan juga diisi dengan diskusi lingkungan. Pembahasan itu seputar: pentingnya menjaga kelestarian alam serta meningkatkan kesadaran pendaki terhadap tanggung jawab di kawasan pegunungan.
"Melalui kegiatan ini, ARCAPALA menegaskan bahwa perjalanan ke alam bukan hanya soal mencapai puncak, tetapi juga tentang menjaga kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan," pungkas Bung Roy.* (Red) #Arcapala_Cangaan_Gresik #Kekeluargaan_Pecinta_Alam #Puthuk_Gragal_Mojokerto


