Anggaran DBHCHT Menurun, Disperta KP Sampang Tetap Prioritaskan Pembibitan Tembakau
![]() |
| Bibit tembakau milik petani di Sampang |
Sanusantara, Sampang - Penurunan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada tahun anggaran 2026, tidak mengurangi komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang dalam mendukung sektor pertanian tembakau. Meski anggaran yang diterima mengalami penyusutan, berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan petani tetap menjadi prioritas utama.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Kabupaten Sampang mencatat, pagu DBHCHT untuk sektor pertanian tahun ini tersisa Rp4 miliar. Kondisi tersebut merupakan dampak dari berkurangnya porsi pembagian anggaran yang berasal dari pemerintah provinsi.
Kepala Disperta KP Kabupaten Sampang, Suyono menjelaskan, pihaknya segera melakukan penyesuaian strategi dengan menyusun skala prioritas penggunaan anggaran. Langkah tersebut dilakukan agar program-program penting yang berkaitan dengan budidaya tembakau tetap dapat berjalan secara optimal, meskipun dukungan anggaran lebih terbatas dibandingkan tahun sebelumnya.
Dikatakan Suyono, dana yang tersedia saat ini difokuskan untuk menjaga keberlanjutan rantai produksi tembakau. Karena itu, program pembibitan mandiri, penyediaan sarana produksi (saprodi), serta pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi sasaran utama pemanfaatan anggaran DBHCHT tahun 2026.
Suyono juga menerangkan, meski anggaran mengalami penurunan, Disperta KP tetap berupaya menjaga agar bantuan yang berdampak langsung terhadap produktivitas petani tidak mengalami pengurangan secara signifikan.
Dia juga menegaskan, program pembibitan tembakau dan penguatan kapasitas ekonomi petani tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah. Selain itu, seluruh bantuan yang diberikan kepada petani dipastikan tetap mengacu pada regulasi yang mengatur pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau sehingga penyalurannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebagai bentuk implementasi program di lapangan, Disperta KP telah menyalurkan bantuan operasional kepada 17 kelompok tani (poktan) yang berada di sejumlah kawasan potensial pengembangan tembakau. Kelompok tani tersebut diberi tanggung jawab untuk mengelola dan mengembangkan pembibitan tembakau varietas unggul yang memiliki daya tahan terhadap kondisi cuaca serta memiliki peluang pasar yang baik.
Program pembibitan tersebut, pasalnya, diharapkan mampu menyediakan kebutuhan bibit berkualitas bagi petani di wilayah sekitar. Nantinya, hasil pembibitan yang dikembangkan oleh kelompok tani binaan akan didistribusikan kepada petani tembakau sehingga dapat membantu menekan biaya modal pada awal musim tanam.
Selain memperkuat sektor pembibitan, pemanfaatan DBHCHT tahun ini juga diarahkan untuk mendukung penyediaan sarana fisik dan alsintan pengolahan lahan. Upaya tersebut dilakukan guna meningkatkan efisiensi proses budidaya sekaligus menjaga kualitas hasil panen tembakau agar tetap memiliki daya saing di pasar industri rokok nasional.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Sampang berharap produktivitas dan kualitas tembakau lokal tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan berupa penurunan anggaran. Dengan fokus pada pembibitan, dukungan sarana produksi, dan modernisasi alat pertanian, keberlanjutan sektor tembakau di daerah itu diyakini dapat terus terpelihara.* (Aji) #Tembakau_Sampang #Pembibitan_Tembakau #Disperta_KP_Sampang

Posting Komentar