Kuota Belum Terpenuhi, SMAN 2 Lubuk Alung Harap Kebijakan Pengalihan
![]() |
| Kepala SMAN 2 Lubuk Alung, Irwan Arnes, S.Pd., M.Pd. (doc. Susi) |
sanusantara, Lubuk Alung – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMAN 2 Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, telah resmi ditutup. Seluruh tahapan mulai dari sosialisasi, pendaftaran, verifikasi berkas, pengumuman hasil hingga daftar ulang berjalan dengan tertib dan sepenuhnya sesuai petunjuk teknis yang ditetapkan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.
Namun di balik kelancaran proses tersebut, masih terdapat catatan penting yang menjadi perhatian pihak sekolah. Sebab hingga penutupan masa pendaftaran, daya tampung yang disiapkan untuk 175 siswa belum terpenuhi sepenuhnya.
Kepala SMAN 2 Lubuk Alung, Irwan Arnes, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penerimaan murid baru telah dilaksanakan melalui jalur domisili, afirmasi, prestasi, serta ketentuan lain yang berlaku. Meski proses berjalan transparan dan tanpa kendala berarti, jumlah pendaftar masih berada di bawah kapasitas maksimal sekolah.
Menurut penjelasannya, kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor sekaligus. Selain banyak lulusan SMP yang memilih melanjutkan pendidikan ke MAN, SMK maupun sekolah lainnya, jumlah lulusan SMP tahun ini juga tercatat mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Tidak hanya itu, rusaknya akses infrastruktur akibat terputusnya jembatan penghubung menuju kawasan sekolah ikut menurunkan minat calon peserta didik, sehingga sebagian besar memilih sekolah yang lebih mudah dijangkau demi menghindari kendala transportasi.
"Kami berharap Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dapat memberikan kebijakan agar calon peserta didik yang belum tertampung di SMAN 1 Lubuk Alung, SMAN 1 Batang Anai maupun sekolah negeri lainnya dapat diarahkan ke SMAN 2 Lubuk Alung. Dengan demikian, kuota yang masih tersedia dapat dimanfaatkan dan hak anak memperoleh pendidikan tetap terpenuhi," ujar Irwan kepada awak media, Jumat (10/7/2026).
Ia menegaskan kembali bahwa SMAN 2 Lubuk Alung telah menyiapkan tenaga pendidik yang berkompeten, fasilitas pembelajaran yang memadai, serta komitmen penuh untuk memberikan pelayanan pendidikan berkualitas kepada seluruh peserta didik. Selain persoalan kuota, pihak sekolah juga berharap pemerintah segera memperkuat sarana dan prasarana pendidikan, termasuk perbaikan akses jalan dan jembatan menuju sekolah serta penambahan tenaga kependidikan. Sebab pemerataan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sistem penerimaan murid, melainkan juga dukungan infrastruktur yang memudahkan masyarakat mengakses layanan pendidikan.
Di sisi lain, Irwan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang mengatasnamakan sekolah dengan menjanjikan kelulusan melalui imbalan tertentu. Ia menegaskan seluruh proses SPMB dilaksanakan secara transparan, objektif, akuntabel, serta bebas dari praktik percaloan maupun pungutan liar.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga marwah dunia pendidikan dengan menolak segala bentuk pungli dan praktik percaloan. Pendidikan harus berjalan secara jujur, adil, dan sesuai aturan," tegasnya.
Sebagai penutup, Irwan Arnes menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia SPMB, guru, orang tua, serta masyarakat yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan penerimaan murid baru. Ia berharap sinergi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat terus terjalin kuat demi melahirkan generasi muda yang cerdas, berprestasi, berkarakter, dan berakhlak mulia. Berakhirnya SPMB ini pun menjadi momentum bagi SMAN 2 Lubuk Alung untuk terus berbenah dan meningkatkan mutu pendidikan, sekaligus mengharapkan kebijakan yang berpihak pada pemerataan akses pendidikan agar tidak ada daya tampung sekolah negeri yang terbuang sementara masih ada calon siswa yang belum tertampung.*(Susi)
#Daya_Tampung_Sekolah_Belum_Penuh

Posting Komentar