Jaringan Irigasi Tersier Kelompok Tani Tuah Sakato Rampung, Petani Nagari Pilubang Siap Tingkatkan Produktivitas Sawah
![]() |
| Saluran irigasi di wilayah Kelompok Tani Tuah Sakato berhasil diselesaikan dan mulai berfungsi dengan baik |
Sanusantara, Padang Pariaman— Kabar gembira datang dari sektor pertanian di Kecamatan Sungai Limau. Para petani di Korong Durian Daun, Nagari Pilubang, kini bernapas lega setelah pembangunan saluran irigasi di wilayah Kelompok Tani Tuah Sakato berhasil diselesaikan dan mulai berfungsi dengan baik. Infrastruktur ini dibangun melalui program Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier (PITER) dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian. Kini, persoalan kekeringan yang selama ini menghambat hasil panen perlahan teratasi, dan para petani pun kembali bersemangat mengelola lahan sawah mereka secara maksimal.
Selama bertahun-tahun, para petani di wilayah tersebut sangat bergantung pada sistem pengairan tradisional yang kondisinya semakin memburuk. Saluran air yang dangkal dan sempit sering kali tidak mampu mengalirkan air ke seluruh area persawahan, sehingga banyak lahan yang terpaksa ditelantarkan karena kekeringan. Petani pun kerap mengurangi masa tanam dan mengeluhkan hasil panen yang terus menurun. Kini, dengan adanya saluran irigasi yang baru dibangun, aliran air menjadi lancar dan merata, sehingga harapan untuk kembali bertani dengan tenang semakin nyata.
Wali Nagari Pilubang, Asrul, menyambut baik keberhasilan pembangunan ini. Menurutnya, pengairan yang memadai adalah kunci utama ketahanan pangan di nagari tersebut. “Saluran irigasi ini mengairi lahan sawah yang cukup luas, sehingga dampak positifnya akan dirasakan oleh banyak keluarga petani. Kami sangat berterima kasih karena program ini dapat terealisasi di wilayah kami,” ujar Asrul.
Ketua Kelompok Tani Tuah Sakato, Asrul, mengungkapkan rasa syukurnya melihat air mengalir lancar menuju sawah warga. “Dulu kami sangat khawatir, air sulit sampai ke sawah, banyak lahan yang akhirnya tidak dikelola. Sekarang kami merasa lebih tenang dan bersyukur karena saluran irigasi sudah dibangun. Ini sudah lama sekali kami harapkan,” tuturnya di lokasi kegiatan. Ia juga menambahkan bahwa warga setempat turut berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan, mulai dari pembersihan jalur hingga pemantauan pengerjaan, sehingga hasilnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Joni Alwis, S.P., Koordinator BPP Sungai Limau, menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari program PITER yang bersumber dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian, melalui BPLIP Kelas I Medan. “Semoga kegiatan PITER ini benar-benar bermanfaat bagi petani, sebagaimana tujuan utamanya: menjamin terpenuhinya ketersediaan air irigasi yang efisien dan berkelanjutan,” ungkap Joni Alwis. Sebagai koordinator, ia bertugas memimpin, mengoordinasikan, serta memverifikasi agar bantuan pemerintah tersalurkan secara tepat sasaran kepada Kelompok Tani.
Seorang warga Korong Durian Daun yang ditemui di lokasi menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat. “Kami berterima kasih kepada Pak Ketua Kelompok Tani, Pak Wali Asrul beserta perangkat nagari, Dinas Pertanian, serta Koordinator BPP Sungai Limau Joni Alwis yang telah peduli terhadap kondisi kami. Semoga dengan adanya air yang lancar ini, hasil panen kami semakin melimpah dan kesejahteraan keluarga petani di sini semakin membaik,” ucapnya penuh harap.
Dengan berfungsinya saluran irigasi ini secara optimal, diharapkan frekuensi tanam petani dapat meningkat, kerugian akibat kekeringan dapat dihindari, dan ketahanan pangan di Nagari Pilubang semakin kokoh. Program PITER ini menjadi bukti nyata bahwa perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat di sektor pertanian dapat membawa perubahan besar bagi masa depan nagari.*(Jeki — Pimred)
#Irigasi_Pertanian #Kelompok_Tani_Tuah_Sakato #Nagari_Pilubang #Sungai_Limau

Posting Komentar