Sholawatan Muharram, Pemdes dan BUMDes Karangbong Santuni Anak Yatim
![]() |
| Suasana saat santunan berlangsung |
Sanusantara, Probolinggo - Pemerintah Desa (Pemdes) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera Karangbong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo laksanakan kegiatan santunan anak yatim dan janda. Pasalnya acara itu dirangkai dengan sholawatan dalam rangka menyambut bulan Muharam. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 26 Juni 2026, pukul 18.30 WIB atau selepas salat Maghrib, bertempat di Balai Desa Karangbong.
Kegiatan sosial dan keagamaan tersebut telah menjadi agenda rutin yang diselenggarakan setiap bulan Muharam. Tradisi itu telah berjalan selama lima tahun, sejak 2022 hingga sekarang, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus ikhtiar mempererat tali silaturahmi antarsesama warga.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 19 anak yatim menerima santunan berupa uang tunai. Selain itu, 71 ibu-ibu janda yang mengikuti sholawatan, juga memperoleh bantuan berupa paket sembako. Bantuan tersebut berasal dari hasil gotong royong para donatur yang secara sukarela menyisihkan rezekinya untuk berbagi kepada sesama.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan pembacaan sholawat dan Mahallul Qiyam yang dipimpin Grup Hadrah Karomatul Hasan. Setelah itu, acara diteruskan dengan sambutan Kepala Desa Karangbong, tausiah yang disampaikan Gus Jon, penyaluran santunan kepada para penerima manfaat, lalu ditutup dengan doa yang dipimpin Kiai Munir.
Kepala Desa Karangbong, H. Utsman, S.H mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, tradisi berbagi kepada anak yatim dan kaum dhuafa perlu terus dijaga karena tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga menghadirkan keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.
"Saya berharap, baik para penyantun maupun para penerima santunan sama-sama memperoleh rezeki yang berlipat ganda dari Allah SWT. Selain itu, semoga seluruhnya diberikan keberkahan, kesehatan, serta umur yang panjang sehingga dapat terus berbagi dan menebarkan kebaikan kepada sesama," ujar H. Utsman kepada Sanusantara (sa-nusantara.com) Sabtu, 27 Juni 2026.
Sementara itu, Ketua Sholawatan Muslimah Karangbong sekaligus istri Kepala Desa, Nyai Hj. Izzatul Maulana menambahkan, keberhasilan kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Penggalangan dana dikoordinasikan langsung olehnya dengan mengundang para donatur dari Desa Karangbong maupun desa-desa lain.
Selain itu, bantuan juga berasal dari iuran setiap dusun di Desa Karangbong, BUM Desa Sejahtera Karangbong, Pemerintah Desa Karangbong, para kader, serta kelompok ibu-ibu khataman yang dipimpinnya.
Menurut Izzatul, kegiatan santunan yang rutin digelar setiap Muharram merupakan bentuk pelaksanaan ajaran agama. Melalui kegiatan tersebut, seluruh panitia berharap dapat meraih keberkahan, dimudahkan segala urusan, serta memperoleh rahmat Allah SWT.
"Alhamdulillah, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik berkat dukungan para donatur, BUM Desa Sejahtera Karangbong, Pemerintah Desa Karangbong, dan seluruh masyarakat yang ikut berpartisipasi. Semoga semangat berbagi ini terus terjaga sehingga membawa keberkahan bagi semua pihak," kata Nyai Hj. Izzatul Maulana.
Direktur BUMDes Sejahtera Karangbong, M. Ghufroni menegaskan, yakni keterlibatan BUM Desa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen untuk terus hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Diturunkan M. Ghufroni, keberadaan BUM Desa tidak hanya berorientasi pada pengembangan usaha, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan.
"Kami berharap BUM Desa Sejahtera Karangbong semakin eksis, semakin maju, dan semakin berjaya sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan dukungan seluruh warga, kami optimistis BUM Desa akan terus berkembang sekaligus berkontribusi dalam kegiatan sosial seperti ini," ungkap M. Ghufroni.
Dalam kesempatan yang sama, muballigh Gus Jon, putra pertama almarhum KH. Ali Munif As'ad atau yang lebih dikenal sebagai Non Monep, mengajak masyarakat untuk terus menyayangi anak yatim. Ia menekankan bahwa perhatian kepada anak yatim merupakan salah satu amalan yang memiliki keutamaan besar dalam ajaran Islam.
"Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa orang yang menanggung kehidupan anak yatim kelak akan berada sangat dekat dengan beliau di surga. Karena itu, mari kita terus menyayangi, memperhatikan, dan membahagiakan anak-anak yatim sebagai bentuk ikhtiar meraih rida Allah SWT," pesan Gus Jon.
Melalui kegiatan yang telah berlangsung secara konsisten selama lima tahun tersebut, Pemerintah Desa Karangbong bersama BUM Desa Sejahtera Karangbong berharap semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan masyarakat terus tumbuh dari tahun ke tahun.
Dengan demikian, Sholawatan Muharram tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi media untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan budaya berbagi kepada sesama.* (Aji)
#Sholawatan_Muharram #BUMDes_Karangbong #Santunan_Anak_Yatim #Probolinggo
Posting Komentar