HUT ke 17 TKSK, Forum Padang Pariaman Salurkan Sembako ke Panti Asuhan Al-Kausar
![]() |
| Peristiwa foto bersama pasca Forum Pemuda Padang Pariaman menyalurkan Sembako ke panti asuhan Al-Kausar |
Sanusantara, Padang Pariaman - Memasuki usia ke-17, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) memperingati hari jadinya dengan aksi nyata untuk masyarakat. Forum TKSK Kabupaten Padang Pariaman mengunjungi Panti Asuhan Al-Kausar di Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung, Sumatera Barat, Rabu (21/10/2026), sekaligus menyalurkan bantuan bahan kebutuhan pokok.
Kegiatan bertajuk Goes to Panti Asuhan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian anggota TKSK terhadap anak-anak yang membutuhkan dukungan. Melalui kegiatan ini, semangat pengabdian tidak hanya diwujudkan dalam tugas pelayanan sosial, tetapi juga melalui gerakan berbagi yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
Aksi sosial tersebut sekaligus menjadi momentum bagi keluarga besar TKSK untuk memperkuat komitmen dalam mendukung penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Dengan melibatkan anggota organisasi dan para donatur, kegiatan ini memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan dapat tumbuh melalui kerja sama dan gotong royong.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Drs. Syaifullah, M.M. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap inisiatif Forum TKSK Padang Pariaman dalam memperluas kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Syaifullah menilai, keberadaan TKSK memiliki arti penting dalam membantu pemerintah menangani berbagai persoalan kesejahteraan sosial, terutama yang berkaitan dengan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kabupaten Padang Pariaman.
Menurutnya, petugas TKSK yang berada di tingkat kecamatan mempunyai posisi strategis karena berhubungan langsung dengan kondisi masyarakat. Mereka berperan membantu mengenali persoalan sosial, melakukan pendampingan, serta menjembatani kebutuhan masyarakat dengan dukungan yang tersedia.
Ia menjelaskan, tanggung jawab tersebut tidak cukup dijalankan melalui pelayanan administratif atau pendampingan semata. Diperlukan pula kepekaan terhadap kondisi lingkungan dan kemampuan mengajak berbagai pihak agar turut berkontribusi dalam mengatasi persoalan sosial.
“TKSK sangat berperan penting dalam penanganan PPKS, khususnya yang ada di Kabupaten Padang Pariaman. Hal ini terlihat dari kegiatan hari ini, di mana TKSK mampu menggalang dana dan bantuan untuk turut berperan serta dalam menunjang pemenuhan kebutuhan panti asuhan,” ungkap Syaifullah.
Ia menambahkan, keberhasilan menghimpun bantuan menunjukkan bahwa TKSK juga mampu menjadi penggerak solidaritas sosial. Keterlibatan masyarakat, lembaga sosial, organisasi, dan donatur dibutuhkan agar upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak hanya bertumpu pada pemerintah.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Sementara itu, Ketua Forum TKSK Kabupaten Padang Pariaman, Rina Andriati, menjelaskan bahwa bantuan untuk Panti Asuhan Al-Kausar dihimpun melalui tradisi badoncek yang melibatkan anggota TKSK dari berbagai kecamatan bersama para donatur.
Dalam budaya Minangkabau, badoncek dikenal sebagai cara mengumpulkan sumbangan secara bersama-sama dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan saling membantu. Nilai tersebut menjadi dasar bagi anggota TKSK dan para donatur untuk ikut menyukseskan kegiatan sosial dalam rangka peringatan HUT ke-17.
Dari pengumpulan bantuan tersebut, sejumlah bahan kebutuhan pokok berhasil disalurkan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari anak-anak di Panti Asuhan Al-Kausar.
Bantuan yang diberikan terdiri atas 150 kilogram beras, 22 papan telur, 10 liter minyak goreng, serta dua dus susu Indomilk Kids.
Seluruh bantuan itu merupakan hasil partisipasi anggota TKSK se-Kabupaten Padang Pariaman dan para donatur yang menyisihkan sebagian rezekinya untuk mendukung kegiatan tersebut.
Rina menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Menurutnya, keterlibatan anggota dan donatur menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih memiliki tempat penting dalam membantu masyarakat.
Ia berharap kepedulian semacam ini tidak berhenti setelah rangkaian peringatan hari ulang tahun organisasi selesai. Sebaliknya, kegiatan berbagi diharapkan dapat terus tumbuh menjadi kebiasaan yang mendorong lebih banyak orang untuk memperhatikan lingkungan sekitar.
Bagi Forum TKSK Padang Pariaman, kunjungan ke Panti Asuhan Al-Kausar bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menerjemahkan nilai pengabdian ke dalam tindakan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Peran TKSK di tingkat kecamatan selama ini berkaitan erat dengan upaya mendukung pelayanan dan penanganan masalah kesejahteraan sosial. Kedekatan dengan masyarakat dapat menjadi modal untuk membangun jaringan bantuan, memperkuat komunikasi, serta menghubungkan warga yang membutuhkan dengan pihak-pihak yang mampu memberikan dukungan.
Dalam konteks tersebut, kegiatan bakti sosial menjadi salah satu cara memperluas manfaat keberadaan TKSK. Bantuan bahan pokok yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan panti, sekaligus memberikan dukungan kepada pengelola dalam menjalankan pengasuhan anak-anak.
Kegiatan ini juga mempererat hubungan antara TKSK, pemerintah, donatur, dan lembaga sosial. Sinergi berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong penanganan persoalan sosial agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Semangat badoncek yang diterapkan dalam pengumpulan bantuan turut menegaskan bahwa kepedulian sosial dapat dibangun melalui kontribusi bersama. Meskipun berasal dari berbagai pihak, bantuan yang terkumpul dapat diarahkan untuk tujuan yang sama, yakni membantu mereka yang membutuhkan.
Peringatan HUT ke-17 TKSK melalui kegiatan Goes to Panti Asuhan diharapkan semakin memperkuat solidaritas di lingkungan organisasi sekaligus mendorong anggota untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.
Forum TKSK Kabupaten Padang Pariaman diharapkan dapat melanjutkan berbagai inisiatif sosial yang berorientasi pada kebutuhan warga, khususnya kelompok yang memerlukan perhatian lebih. Dengan demikian, keberadaan TKSK tidak hanya dirasakan melalui tugas pendampingan, tetapi juga melalui aksi nyata yang menumbuhkan rasa kebersamaan.
Bantuan yang diberikan kepada Panti Asuhan Al-Kausar menjadi gambaran bahwa pengabdian tidak selalu harus diwujudkan melalui program besar. Kepedulian yang dihimpun secara kolektif pun dapat menghadirkan manfaat dan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari penerima bantuan.
Melalui momentum ulang tahun ke-17 ini, Forum TKSK Kabupaten Padang Pariaman berupaya menjaga semangat berbagi, memperluas kolaborasi, dan memperkuat peran dalam mendukung kesejahteraan sosial di wilayahnya.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang diusung Forum TKSK Kabupaten Padang Pariaman: menabur senyum, menghadirkan kebahagiaan, dan menjadikan panti asuhan sebagai tempat tumbuhnya harapan.* (Tajidin) #Bakti_Sosial_TKSK #Padang_Pariaman #Panti_Asuhan_Al-Kausar


Posting Komentar